Well, mungkin aku yang gila, tapi serius aku emang tadinya tidak berniat menanyakan siapa calon pengantin dimana Tom jadi WOnya dan mengajakku serta beberapa teman lainnya ikut bergabung membantu, maklum acara tunangannya bakal di gelar di notel Nikko Jakarta dan pernikahannya di Hotel Horizon Bandung, so akan ada 2 pesta dan kabarnya emang calon pengantinnya kaya banget….. aku senang senang saja membantu Tom, toh ini sekalian refreshing di tengah kesibukanku bergelut di bidang akuntansi dan keuangan,
Baru waktu brifing satu minggu sebelum gelaran di hotel Nikko Jakarta ……aku bersama Jessi, Linda, Silvi, Handi, dan Merry sedang berkumpul di rumah Tom, dan Tom sendiri yang memberi pengarahan
“ jadi, kita bicarain pertunangan dulu yah… satu minggu lagi di Hotel NIkko Jakarta… nanti soal pesta di Horizon kita bicarain 2 minggu lagi, kita akan 3 hari ada di Jakarta, min satu dan plus satu, nginep di hotel F1 “
Kita langsung mengerutkan dahi…”F1??? Dimanakah itu ? bukannya kita nginep di Nikko juga ?” kata Jessi penuh harap… harapan yang sama buat semua juga sebetulnya, makanya kita bingung waktu Tom bilang F1, status terdengar soalnya,
“ Enak aja, siapa yang mau bayarin di Nikko ??? “ balas Tom ga kalah judes…. “ udah F1 juga deket Nikko Cuma 5 menit… lanjut : pembagian tugasnya nanti gini : Nadya dan Jessi diacara, “ wah aku bagian acara nih….. lalu Tom berbicara khusus ke arahku “ Nad, tugasmu nanti menemani pihak orang tua Sheryl, terus waktu acara kamu stand by di stage kiri supaya kamu bisa kasih kenangan dan bunga buat orang tua Sheryl di sebelah kanan…. Oke Jessi…” dia berbalik kea rah Jessi “ kamu temani Sheryl selama hari H, dan kamu stand by di stage kanan kamu kasih kenangan dan bunga buat orang tua Bryan di sebelah kiri….” Jessi mengangguk….
Hmmm Bryan toh…. Nama yang umum… aku belum liat kedua duanya kok
” Nad, kamu ada apa apa Tanya Jessi ya, soalnya kemarin waktu briefing sama keluarga kamu gak datang…” ya ya ya… aku waktu itu kan gak rencana ikut, tapi Tom cuek dan melanjutkan briefing “ Handi kamu pokoknya bagian perlengkapan, jangan lupa HT, dan stand photo, Silvi biasa bagian konsumsi, Merry kamu bagian front desk dan checker, Linda, kamu Bantu kordinasi dengan video dan photographer, ada apa apa Tanya sekarang, aku tidak mau diganggu saat pesta sudah berlangsung…..”
Ya…dan bertumpah ruahlah pertanyaan, kita membahas run down acara, point demi point, aku dan Jessi saling koordinasi karena kita bakal memenuhi stage kanan dan kiri…. Supaya tidak terjadi bentrokan dan misunderstanding di atas stage.
Hari itu jujur saja yang namanya lelah sudah diubun ubun, hari ini jam 3 sore seharusnya aku sudah datang ke kantor Tom, karena yang lain sudah berkumpul disana untuk berangkat bersama ke Jakarta, tapi sudah 1 minggu ini aku pontang panting menyelesaikan laporan laporan klien, sehingga aku Cuma punya waktu tidur tidak lebih dari 6 jam setiap harinya, apalagi hari itu, memang sabtu, tapi kerjaanku tidak mengenal libur sampai jam 1 aku baru selesai dari salah satu klien dan dengan kecepatan concorde aku masih harus belanja dulu peralatan mandi buat ke Jakarta , jam 2 aku baru sampai rumah, astaga…. Belum beres beres koper sama sekali.. belum mandi…. Belum ini belum itu, belum macet… mana sempet jam 3, aku sempat sms Linda minta tolong kalau telat jangan ditinggal, gak lucu soalnya….. aku mandi bak koboi naik kuda…. Super kilat biar.. pestanya besok ini, yang penting agak segar diguyur air, aku masuk masukan semua barang yang ‘mungkin’ terpakai… dan bersama supir kami menembus kemacetan menjelang malam minggu dikota bandung untuk sampai kantor Tom….
Yap jam 3.30 hah hahah… dan Linda dan Silvi sedang sibuk memasuk2an peralatan ke dalam APV….. Jessi sudah ada di Jakarta dari kemarin bersama pacarnya, Handi akan menyusul besok, sedangkan Merry ada di Bekasi dari tadi pagi karena ada kerjaan lain dulu… Tom ? Oh ya dia juga sudah di Jakarta dari kemarin untuk menemani keluarga Sheryl soal booking dan lain lain…. Tom Cuma bilang “ terserah kalian ada dimana , jam berapa… mau pacaran, mau main, mau makan…. Yang penting jam 11 malem semua udah kumpul di F1 !!! “ yeeaaaaahhhh….
Jam 6 akhirnya kami sampai di F1 setelah sempat nyasar mencari jalan HOS Cokroaminoto, dari tadi kita sama supir sudah putar putar di bundaran HI sudah ketemu itu Hotel Grand Horizon, Hotel Nikko… tapi ya itulah Jakarta, salah puteran sedikit akhirnya beneran muter muter…. Waktu kita ketemu tulisan Hotel F1 alangkah bahagianya dan dengan pedenya kita belok kiri, kemudian perasaan bahagia langsung sirna ketika petugas parkir dengan entengnya bilang “ Hotel F1 disebelah pak, ini taman menteng….” Ehmmm good… it’s soo good dan kita wasting time 30 menit Cuma muter lagi ke F1… alangkah beratnya perjuangan hidup di kota metropolitan ini,
Begitu mencapai tempat parkir, Linda meminta porter mangangkut koper koper dan barang barang lainnya…. Sedangkan aku dan Silvi ribut lapar… iyalah sudah jam 7, eh tapi ternyata cowokku juga datang…dengan semangatnya dia langsung mengajak kita semua makan di sebelah F1…. Food court terbuka hehe… ternyata Jessi sudah berjamur di kamarnya menunggu kita dan dia bergabung buat makan malam bersama, akhirnya aku menemukan nasi gila… gila…. Enak juga…
Besok harinya kita sudah stand by dari jam 8 pagi, sebetulnya badanku agak agak ga enak…. Jujur aja semalem gak bisa tidur, bukan karena anti tidur di tempat asing non home, tapi karena semaleman aku minum kopi.. dan efek sampingnya setiap 1 jam sekali aku terbangun dan yang namanya nunggu jam 6 pagi serasa seabad, tapi aku paksakan bangun, toh aku di sini bukan buat liburan tapi kerja kerja dan kerja, so aku langsung mandi dan kita langsung ke hotel Nikko… memang yang paling ribet cewek sih, dandannya paling lama… sejauh ini aku memang belum melihat Sheryl maupun Bryan, dari tadi yang aku lihat kamarnya terbuka ya kamar saudara saudaranya Sheryl, dan memang dari jam 8 pagi itu baru acara dandan yang diliput crew photo dan video jadi aku, Merry, Silvi belum ada kerjaan, sedangkan Jessi memang harus menemani Sheryl, Linda mengarahkan para crew, menurut Tom, kita trio ini baru ada kerjaan nanti jam 12 , ya ampun kenapa gak bilang dari tadi, kan kita bisa nerusin tidur dulu di hotel F1….” Gak bisa ! harus ikut ! solider dong…” eh dasar jutek
Jadi untuk mengisi waktu kosong lebih baik mengisi perut yang kosong…. Setelah itu aku dan silvi dan merry Cuma berleha leha di sofa hotel, coba kalo cowokku Javon bisa diajak, yah sebetulnya bisa saja sih, Cuma aku gak enak bawa bawa cowok dalam soal kerjaan, lagian semalam aku dan dia sudah nangkring di starbuck sampai deadline jam 11, oh iya daripada bengong lebih baik aku cerita soal Javon aja ya….
Aku dan Javon dikenalkan oleh sepupuku yang orang Jakarta, kebetulan mereka punya satu kerjasama, Javon bekerja disalah satu perusahaan keluarganya, dan sepupuku Lily salah satu customer dia, mungkin dari ngobrol2 akhirnya tercetuslah ide jaman siti nurbaya, untuk saling menjodohkan, setelah lewat sms dan telpon beberapa bulan akhirnya Javon memberanikan diri menemui aku di Bandung, dari hasil beberapa kali pertemuan… yah akhirnya kita meresmikan hubungan di Bandung. Soal ajakan merit sama Tom ? oh ya lupakan saja… itu Cuma keisengan dia belaka… dan semenjak hari dia membicarakan besoknya juga sudah tidak dibahas lagi kok…. Memang begitulah Tom, orang yang sangat ngeflow tapi dia sahabat terbaikku…. Kalau dibilang cowok terdekat denganku sebetulnya Tom, aku dan dia sudah kenal 5 tahun dan sudah kenal luar dalam… maksudnya sampai sifat jelek kita maisng masing sudah saling tau, tapi ada pepatah tak kenal maka tak sayang… terlalu kenal hilang rasa sayang… dan kita sepakat masing masing mencari jodoh yang sesuai…. Aku menemukannya dalam diri Javon, aku orang yang tidak teratur, hidup javon sangat teratur,…. Aku pelupa, dia pengingat.. ya semacam itulah… dan dia sayang banget sama aku, walaupun aku cuek bebek, dia tetap gigih, itu yang aku suka….. setiap kali aku ada kegiatan ke Jakarta pasti dia bersemangat menemaniku, Cuma kali ini karena urusan pekerjaan walaupun aku bengong aku tidak sampai hati memanggil Javon menemaniku, aku harus solider sama Sherrry dan Merry yang sama sama bengong… akhirnya jam 12 acara photo photoan selesai, setelah itu kita menyebar tugas mengatur makan siang… tapi ternyata pihak keluarga punya acara tersendiri dan mereka membebaskan kita dari tugas…. Yah baguslah… akhirnya kita tim WO dan crew photo berniat jalan kaki menyebrang jembatan menuju Taichan di Plaza Indonesia untuk makan siang di sana…..
“ balik lunch kita langsung ke hotel lagi, tim dekor sudah mulai dari tadi, Sil tolong buat champagnenya ya… jangan lupa, Linda Bantu crew photo dan video pasang peralatan….. bla..bla .. bla… Gladi resik jam 4, semua di posisi masing masing… retouch jam 3 Jessi temani lagi, Nadya kamu serah terima corsase dll yah…”
Ternyata jam 3.30 pihak keluarga sudah mulai turun “ dekor sudah selesai “ Tanya mama dari Sheryl, aku mengangguk “ sudah tante, tinggal crew photo sedang memasang peralatan, dan kami sedang mencoba photo play….”
“ kita udah bisa mulai photo ?”
Aku memanggil Linda… ini giliran dia, aku masih harus mengurus corsase yang jumlahnya ternyata kurang 15 biji ! sialan antara pesanan dan kiriman kok bisa gak matching mana butuh waktu buat bikin lagi, akhirnya setelah konfimasi sana sini, kita sepakat menambah 15 biji lagi dalam waktu 1,5 jam harus sudah dikirim lagi… astaga… dan ketika pengantin turun Sheryl dan Bryan aku sedang memegang kotak corsase di pintu masuk… kakiku mendadak lemas…. Bryan…itu…. Aku langsung terduduk, tanganku dingin, kotak corsase aku taruh disamping, aku tidak peduli ada yang mengambil sekalipun, mataku masih menatap Bryan… ya…. Bryan yang itu, ….. Bryanku 7 tahun yang lalu, dia masih memiliki senyum yang sama, dan dia sedang menebar senyum untuk di photo, dia tidak melihatku, tapi dia akan melihatku….. karena kita akan berada di stage yang sama, bukan sebagai sepasang pengantin… dia pengantin pria, aku yang menyerahkan bunganya… luar biasa…. Kenapa aku tidak mengenali papa mamanya juga ? kenapa aku tidak lihat dari tadi malah mengurusi terus keluarga Sheryl…. ???
Tanganku mulai berkeringat dingin… tapi kenapa dengan Sheryl ? bukannya dengan Josephine ? aku masih tidak percaya dengan mataku …. Bryan dan Sheryl masih berseliweran di depan mataku,…. Rasanya mata ini ingin berair, tapi aku menahan sekuat tenaga….tidak disini.. gila mau bikin tim liputan gossip datang ? no…no… sampai sampai aku dari tadi tidak mendengar Tom memanggil manggil diriku, sampai dia berada disampingku “ kuping atau pangsit nempel ??? dipanggil panggil bengong… kamu gak pernah gitu dhe… tuh kan… matamu merah … napa sih ? tuh kamu bantuin si Jessi bentar lagi gladi resik, kamu bagi tugas sama dia dampingi anak anak yang didepan, ajarin irama langkah2nya, setelah selesai gladi resik, kamu suruh pak supir beliin makanan buat crew make up 10 orang, duit ada di kamu kan ?? hayoh jalan… nti mau cengeng2an malem aja….!!!” Tuh kan Tom sialan,… dia memang selalu begitu, tapi dia bukan marah atau beneran jutek sih, emang bawaannya seperti itu, tapi hatinya berniat banget nolong orang, dan memang aku tertolong, sejenak aku melupakan Bryan, aku berjalan kea rah pintu masuk, bersama Jessi kita berdua melatih 5 pasang anak yang menjadi pengiring pengantin, toh bukan pekerjaan yang mudah, mengatur 10 anak yang usianya semua dibawah 6 tahun untuk berjalan bersama beriringan dengan tempo dan irama yang sama bisa bikin tensi naik, untung aku memang pernah jadi guru… so ada sedikit hati sabar melatih mereka, dari ujung pintu sampai ujung stage saja butuh 1 jam bolak balik 10 kali, ini belum sama pengantinnya, soalnya pengantinnya bisa bete disuruh bolak balik 10 kali… dan disinilah akhinrya Bryan melihat aku, ya sewaktu Gladi Resik prosesi masuk , ketika aku mendampingi anak anak dari sisi kiri, that’s the time he looks at me, Fine !!! wajahnya membatu, senyumnya langsung hilang dari wajahnya yang menurutku masih tampan, tapi aku berusaha berakting tidak melihat ke wajahnya, aku pura pura sibuk mengatur anak2, aku tahu dia terus memperhatikan aku, tatapannya masih tajam, aku sama sekali tidak melihat ke arahnya selama prosesi berlangsung, tapi sampai kapan aku menghindar ?
“ Oke, acara jam 7 mulai, sekarang kalian punya waktu 1,5 jam buat istirahat, termasuk makan udah disedian makanan box diluar, gentian makannya…. Jam 6.45 semua standby diposisi masing masing “ Tom memberi pengarahan terakhir “ Jessi, Nadya ingat itu atur anak anak waktu prosesi masuk, kalian juga nanti yang akan memberikan kue suapan, atur sendiri…. Nad, crew make up udah dikasih makan ?”
Aku mengangguk “ udah tadi aku sendiri yang mengantar…”
Oke… sekarang aku harus ambil tasku di belakang panggung, kita gak akan sempet balik ke F1, soooo mumpung hotel masih sepi aku, Silvi, merry dan Jessi bakal menggunakan kamar kecil di hotel untuk membetulkan riasan dan berganti pakaian, semua diwajibkan memakai blazer hitam dan celana panjang hitam… tadi aku menaruh di belakang panggung supaya tidak mengganggu penglihatan…tidak ada siapa siapa disitu, perasaan tadi aku titip Lucky orang dari crew photo yang memang aku kenal baik, dia yang menaruh tasku…. Ini panggung kan panjang… aku terpaksa mencari cari ujung ke ujung… dan betapa kagetnya aku ketika ada suara dibelakangku memanggil “ Nadya “ sontak aku berdiri tegak, tapi tidak menoleh sedikitpun, aku kenal baik suaranya….
“ aku perlu bicara… tapi tidak disini, “ suaranya bergetar pelan
Aku akhirnya memberanikan diri membalikkan badan….” Tidak disini tentu saja, dan tidak sekarang menurutku, bukan saat yang tepat… lain kali saja… aku sekarnag harus segera ganti baju, waktuku tinggal 1 jam…..”
“ selesai pesta aku tunggu di sayap kanan ruang ini….”
Hatiku mencelos, aku tidak membantah, peduli amat, bagaimana nanti saja…. Sekarang aku harus segera siap siap….
Ketika menuju kamar mandi aku berpapasan dengan keluarga besar Bryan, dan beberapa dari mereka melihatku dari ujung ke ujung,…. Dari mamanya, kakak laki lakinya, dan tentu saja papanya… akhirnya mereka menyadari kehadiranku, mungkin mereka tidak menyangka aku bakal menjadi tim anggota WO anak mereka, but here I am…. I am walking directly to the toilet disana sudah menunggu Jessi, Silvi dan Merry yang sedang misuh misuh karena seluruh baju dan perlengkapan rias mereka dititipkan di tasku yang besar nian ini….” Ngambil di Bogor ya ?” sindir Jessi….aku Cuma bisa minta maaf
Prosesi masuk sampai acara diatas panggung berjalan lancer sebetulnya, walaupun diwarnai kejadian kejadian mendadak diluar dugaan, tapi mampu diatasi, Tom juga sempat ngomel ngomel untuk beberapa hal yang keluar rencana tapi it’s oke, aku juga kagum ternyata rekan rekan bisnis jauh lebih banyak dari tamu tamu muda, maklum ternyata ayah Sherry pengusaha top ibukota juga, yah hartanya cukuplah buat beli pesawat jet, rekan rekan orang Hongkong , Taiwan, Australia, Singapor, Malaysia, Thailand, China, Amerika toh pada hadir…. Dan baru kali ini aku merasakan pesta multicultural, kalau saja yang diatas panggung aku tidak kenal, aku bisa stay on the stage dan melakukan semua tugasku dengan nyaman, dari memberi bunga kenangan, memberi kue untuk suap suapan, tapi yang mengganjal ialah bahwa aku memberikan bunganya pada Bryan, aku memberikan kuenya pada Bryan…. Dan orang toanya jelas bediri di sisi stage tempat aku berdiri… dan itulah yang membuat langkahku tidak 100% pede, gejolak perasaan masih bertebaran, seperti saling mencurigai satu sama lainnya, oh nooo… kenapa jadi begini ?????
Akhirnya pesta pertunangan selesai dalam waktu 2 jam, akhir acara semua anggota keluarga demi anggota keluarga di photo, dan seluruh crew WO pun sebetulnya diundang untuk berfoto bersama disaat itulah aku berhasil kabur dengan alasan klise kampungan tepat sebelum disuruh berfoto “ mau ke WC dulu yaaa….”
Oke ini memang baru tunangan belum peresmian pernikahan, tapi apa bedanya ???? toh mereka sudah mengumumkan ke seantero dunia mereka adalah pasangan, Bryan Hadrian dengan Sherryl Veronica,
30 menit setelah aku dari WC ( lama amat ya ? aku sempet nangkring di meja tamu ‘ikut membantu’ menhitung jumlah tamu, penyesuaian checker…. ) tapi sewaktu aku sampai ke ruangan, Bryan masih disitu, sudah turun dari panggung, dan matanya seperti menungguku, begitu melihatku, bola mata hitamnya berputar menuju sayap kanan, aku tahu, aku tidak bisa menghindar…..
Ruangan sayap kanan memang dipakai untuk pesta juga, Cuma sekarang semuanya sudah dibereskan, ruangannya tidak tertutup, jadi orang bebas melihat kesitu, tapi tidak bisa mendengar dari jarak yang kita ketahui, kalau kita berbicara dengan suara normal tentunya, itulah tempat yang dipilih Bryan, ketika kami bertemu, aku menjaga jarak dengannya, tapi aku berusaha bersikap rilez, beraktinglah bagai dua professional, sang ti m WO dan kliennya, siapa tau ada order baru….
“ sejak kapan kamu bergabung jadi WO ? bukannya kamu akunting ?”
“ kenapa ada order baru buat kami ?”
“ belum sih, tapi nanti aku rekomendasikan, terima kasih atas acaranya…..”
“ itu saja ? oke… sampai ketemu lagi…” kataku mulai membalikkan badan….
“ Nad !” serunya menahan gerak langkahku “ aku minta maaf…..”
Aku berdiri mematung…” untuk apa ?”
“ Untuk semuanya ini, “
“ kamu tidak salah…..”
“ Nad….. aku tidak menyangka kita bertemu seperti ini, “
“ Aku maafkan, oke ? Oke ??? sudah sudah…. Aku pergi dulu ya…”
“ Nad !” serunya lagi, tapi kali ini langkahku mantap meninggalkan dia….
DIarsipkan di bawah: Cerita Umum, My Old & New Lov